Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Bireuen: 609 Desa Terdampak, 84 Titik Pengungsian Disiagakan
SRN.com-Bireuen – Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh–Sumatra meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bireuen. Berdasarkan data sementara, bencana alam ini telah berdampak pada 609 desa yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah tersebut.
Data yang dihimpun media ini pada Kamis (18/12/2025) dari Posko Induk Penanggulangan Bencana yang berlokasi di halaman Pendopo Bupati Bireuen mencatat, sebanyak 84 titik pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga terdampak.

Adapun rincian desa terdampak dan titik pengungsian antara lain:
Kecamatan Gandapura sebanyak 40 desa dengan 8 titik pengungsian, Makmur 22 desa (pengungsi telah kembali ke rumah), Kuta Blang 41 desa dengan 18 titik pengungsian, Peusangan Siblah Krueng 21 desa dengan 11 titik pengungsian, Peusangan Selatan 21 desa dan 11 titik pengungsian, Peusangan 69 desa dengan 9 titik pengungsian, Jangka 46 desa dan 7 titik pengungsian, Kuala 20 desa (pengungsi telah kembali), Kecamatan Kuta Juang 23 desa tanpa titik pengungsian, Juli 36 desa dengan 10 titik pengungsian, Jeumpa 42 desa dan 2 titik pengungsian, Peudada 52 desa dengan 3 titik pengungsian, Peulimbang 22 desa (pengungsi telah kembali), Jeunieb 43 desa (pengungsi telah kembali), Pandrah 19 desa (pengungsi telah kembali), Simpang Mamplam 41 desa (pengungsi telah kembali), serta Samalangga 40 desa dengan 3 titik pengungsian.

Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 10.382 kepala keluarga dengan total 35.948 jiwa. Selain itu, tercatat sebanyak 12.752 unit infrastruktur mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.
Sementara itu, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, terus menunjukkan komitmen dan kepemimpinan yang kuat dalam menangani kondisi darurat pascabencana. Tanpa mengenal waktu, beliau bersama jajaran pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk tenaga lapangan dan alat berat, guna mempercepat penanganan dampak banjir dan longsor serta memastikan keselamatan dan pemulihan kehidupan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada, saling membantu, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah ini, sembari berdoa agar kondisi segera membaik. (Hendra)
