Teater Api Indonesia dan Tan Going Performance Akan Berkolaborasi dalam Pementasan di Surabaya
SURABAYA, seputarrakyat-news.com – Diskusi Publik terkait kolaborasi antara Teater Api Indonesia (TAI) dengan Tan Going Performance asal Hamburg, Jerman berlangsung di Wisma Jerman Jalan Taman AIS Nasution No.15, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, pukul 19.00 WIB.
Pembicara dalam Diskusi Publik tersebut, dari teater Api diwakili Luhur Kayungga selaku Sutradara sedangkan dari Tan Going Performance diwakili oleh Peter Ohrt pendiri sekaligus seniman teater, juga dihadiri oleh para seniman dari kedua belah pihak serta tamu undangan.
pembicara pertama Peter Ohrt memperkenalkan sejarah singkat berdirinya Tan Going Performance atau yang dikenal luas Tan Going Kolllektiv pada Tahun 2021, Tan Going sendiri berasal dari bahasa Latin _Tangere_ yang berarti menyentuh atau bersentuhan.
Tan Going Performance adalah sebuah kolektif kelompok seni pertunjukan, teater fisik, musik improvisasi dan seni gerakan kontemporer.
Dijelaskan oleh Peter asal usul nama dan konsep dasar nama kelompok ini mencerminkan pendekatan estetika yang berfokus pada dinamika gerakan, kata “Tan” merujuk pada elemen gerak tubuh (seperti Tanz dalam bahasa Jerman yang berarti tari), sementara kata “Going” melambangkan keberlanjutan proses.
Tan Going Performance didirikan atas kegelisahan kreatif para seniman di Hamburg (salah satu kota paling eksperimental dan pusat seni pertunjukan independen di Eropa).
Prinsip dasar yang diusung sejak awal berdirinya adalah menampilkan tubuh yang bercerita, musik yang bernafas serta gerakan yang jujur.
“Sejak awal berdirinya Tan Going Performance mempunyai prinsip dasar menampilkan tubuh yang bercerita, musik yang bernafas, serta gerakan tubuh yang jujur tanpa kepura-puraan teatrikal konvesional,” ujar Peter menjelaskan.
Sementara itu Luhur Kayungga menceritakan awal berdirinya Teater Api pada 31 Juli 1993 (beberapa sumber menyebut 30 Juli 1993), didirikan pertama kali oleh Alm. Bambang H. Ginting, latar belakang terbentuknya Teater Api dari pertemuan sejumlah individu atau seniman yang sebelumnya berasal dari kelompok-kelompok teater lain yang ada di Surabaya, dan memiliki semangat untuk “memberontak”.
“Awal berdirinya Teater Api Indonesia karena rasa tidak puas dari seniman-seniman yang menganggap teater pada masa itu berjalan stagnan, sehingga mereka sepakat mengadakan pertemuan untuk mempunyai kelompok teater sendiri, walaupun mereka sudah bergabung di kelompok-kelompok teater yang berbeda-beda, karena semangat untuk ” memberontak” atau keluar dari pakem Kelompok mereka masing-masing, dan waktu mereka berlatih bersama pada saat itu masih sembunyi-sembunyi,” Ujar Luhur.
Perlu untuk diketahui kolaborasi antara Teater Api Indonesia dengan Tan Going Performance baru pertama kali ini, dan akan dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 1 dan 2 November 2026, pukul 19.00 WIB. di Gedung kesenian Cak Durasim yang berada di Komplek Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Genteng kali No 85. Surabaya.
Pementasan pada hari pertama, diisi oleh Tan Going Performance dengan mengusung tema Nowhere yang disutradarai sendiri oleh Peter Ohrt.Sedangkan pada hari kedua menampilkan Teater Api Indonesia berkolaborasi dengan Tan Going Performance dalam lakon Kopral Sudrun karya Sutradara Luhur Kayungga.
Pementasan tersebut terbuka untuk umum dan gratis, untuk mendapatkan tiket masuknya bisa langsung di lokasi Gedung Kesenian Cak Durasim sebelum acara di mulai. (N3551)
