PMI Bireuen Salurkan Bantuan Kemanusiaan Kepada Korban Banjir
SRN.com-Bireuen (Aceh) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan merespons cepat bencana banjir yang melanda 17 kecamatan di 609 desa, termasuk Desa Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, pada akhir November hingga awal Desember 2025.
Dalam situasi darurat tersebut, PMI Bireuen menjalankan berbagai aksi kemanusiaan. Tim PMI mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Pante Lhong, termasuk lansia serta warga yang mengalami kelumpuhan. Dalam operasi evakuasi tersebut, tim juga menemukan dua korban jiwa yang kemudian dievakuasi dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan.

Selain evakuasi, PMI Bireuen menyalurkan bantuan darurat kepada para pengungsi di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli. Bantuan tersebut mencakup logistik, kebutuhan dasar, serta distribusi air bersih. PMI juga melaksanakan evakuasi jenazah di Kecamatan Gandapura serta menyalurkan bantuan tambahan di wilayah Peusangan.
Seluruh kegiatan ini dikoordinasikan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH, yang akrab disapa Edi Obama. Di bawah kepemimpinannya, tim bergerak cepat untuk memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling terdampak.
Bencana banjir kali ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Sejumlah jembatan dan rumah warga rusak, sementara beberapa balai pengajian hilang tersapu arus. Di Pante Lhong, banjir bandang memutus akses jalan utama sehingga menyulitkan distribusi bantuan. Desa ini juga menjadi salah satu lokasi dengan jumlah pengungsi terbesar, mencapai sekitar 350 KK atau 1.400 jiwa yang terpaksa mengungsi ke meunasah.
Pada hari-hari awal, para pengungsi menghadapi kekurangan pangan, air bersih, obat-obatan, dan pakaian. Seiring berjalannya waktu, muncul pula keluhan kesehatan akibat lingkungan yang terdampak banjir dan kondisi pengungsian yang terbatas.

Di tengah usaha kemanusiaan tersebut, tim PMI Bireuen sempat menghadapi hambatan ketika rombongan mereka terjebak di lintas Bener Meriah akibat banjir yang meluas. Meski demikian, komitmen dan dedikasi untuk melayani masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Secara konsisten, PMI Bireuen terus menjalankan berbagai layanan kemanusiaan, tidak hanya pada saat bencana, tetapi juga melalui kegiatan sosial seperti donor darah rutin yang terbuka untuk umum.

Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra SH, berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang berduka dan berjuang untuk pulih. Ia menegaskan bahwa PMI Bireuen akan senantiasa hadir kapan pun masyarakat membutuhkan.
“Bantuan kemanusiaan tidak boleh berhenti. Kami akan selalu siap melayani masyarakat selama tenaga dan kemampuan ini masih diberikan,” ujarnya. (Hendra-Aceh)
