Respon Cepat Ketua PMI Bireuen: Edi Saputra, S.H ” Sikapi Misi Kemanusiaan Banjir Bandang
SRN.com-Bireuen – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH, atau sosok yang akrab disapa Edi Obama, kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya. Dalam musibah banjir yang melanda 17 kecamatan dan 609 desa beberapa hari terakhir, ia turun langsung mengoordinasikan bantuan dan evakuasi bagi masyarakat terdampak.
Di bawah kepemimpinannya, PMI Bireuen bergerak cepat menuju salah satu titik terdampak terparah, Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan. Tim PMI mengevakuasi warga yang terjebak banjir, termasuk para lansia dan masyarakat yang mengalami kelumpuhan. Dalam proses evakuasi tersebut, tim turut menemukan dua korban jiwa, yang kemudian dibawa dengan penuh kehati-hatian serta rasa hormat.
Tak hanya evakuasi, PMI Bireuen juga menyalurkan bantuan darurat kepada para pengungsi di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli. Bantuan meliputi logistik kebutuhan sehari-hari, peralatan darurat, serta distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur.

Edi Saputra memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Di bawah arahannya, tim PMI Bireuen memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk distribusi bantuan di wilayah Gandapura dan Peusangan.
Bencana banjir tahun ini meninggalkan kerusakan cukup parah. Sejumlah jembatan, rumah penduduk, hingga balai pengajian hanyut terbawa arus. Di Pante Lhong, banjir bandang memutus akses jalan utama, memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Desa itu menjadi salah satu pusat pengungsian terbesar dengan sekitar 350 KK atau 1.400 jiwa yang harus berlindung di meunasah setempat.
PMI Bireuen, sesuai komitmennya, terus menjalankan layanan kemanusiaan secara konsisten. Tak hanya saat bencana, organisasi ini juga aktif dalam kegiatan sosial seperti donor darah yang terbuka bagi masyarakat umum.
Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, SH, berharap setiap langkah dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga yang sedang berduka dan berjuang bangkit dari bencana.
“Bantuan kemanusiaan tidak boleh berhenti. Kami akan selalu siap melayani masyarakat selama tenaga dan kemampuan ini masih diberikan,” ujar Edi Saputra dengan penuh ketulusan.
Dalam setiap ujian, kemanusiaan kembali diuji. Dan seperti pesan bijak yang terus dipegang PMI Bireuen: “Ketika air bah datang membawa duka, kita hadir membawa harapan.” (Hendra)
