Proyek di Jalan Basuki Rahmat Meresahkan Warga dan Belum Mengantongi Ijin Resmi Tetap Berjalan.
SURABAYA, seputarrakyat-news.com – Pembangunan yang dilakukan oleh PT Wulandaya Cahaya Lestarii di lokasi daerah Warga RT 01 RW 07, Kelurahan Embong Kaliasin dan RT 01 RW 02, Kelurahan Keputran, Surabaya, membuat warga sekitar sangat geram hal ini sangat mengganggu aktifitas warga sekitar, tepatnya di Jalan Basuki Rahmat No.165-167.

Mengapa Warga sekitar geram dan emosi dikarenakan Proyek milik PT Wulandaya Cahaya Lestari yang disebut sebut belum mengantongi izin.
Dari hal tersebut pihak dari Satpol PP bertindak sangat tegas dengan disegel pelaksanaan proyek tersebut.
Meski sempat dilakukan penyegelan, proyek ini masih berlanjut pengerjaannya, bahkan hingga larut malam masih beraktifitas, dan Truk truk Molen pembawa semen menerabas larangan masuk, sehingga hal ini mengganggu aktifitas sekitar, terutama para pedagang yang berjualan serta pengunjung karena kemacetan yang ditimbulkan,.

Bukan hanya kemacetan tapi juga dari segi polusi, kemudian suara dari alat berat dan truk-truk yang keluar masuk lokasi proyek sangat mengganggu terutama di waktu istirahat malam hari.
Sebenarnya hal tersebut sudah dikeluhkan dan dilaporkan warga kepada ketua RW, Lurah, dan Camat setempat, tapi dari laporan tersebut tidak ada tindakan tegas dari mereka.
Kini, Warga hanya bisa berharap keluhan yang mereka sampaikan secara lisan maupun tertulis ke Dinas terkait dan DPRD Kota Surabaya bisa segera ditindaklanjuti.

Diketahui, proyek pembangunan Gedung di Jalan Basuki Rahmat No.165 dan 167, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, itu telah disegel petugas Satpol PP pada Kamis (16/04/2026).
Akan tetapi dari pihak proyek tetap saja melakukkan aktifitasnya esok harinya, Namun, pembangunan gedung setinggi 80 meter ini malah makin digeber hingga larut malam.
Dari pantauan Media PT, Media Seputar Rakyat, pada Senin (27/04/2026), pukul 16.30 WIB, masih tampak kegiatan, bahkan police Line telah lepas,pagar terbuka.
Tetapi pada pukul 18.00 WIB, pada hari sama, pintu gerbang telah ditutup kembali, tampak tidak ada aktifitas, tetapi menurut warga biasanya sekitar jam 23.00 WIB, Truk truk pembawa material mulai bekerja dan mereka melewati salah jalan, hal ini Warga meminta terkait pembangunan gedung untuk sementara dihentikan terlebih dahulu, dan segera menyelesaikan surat surat perijinan dan rembuka mediasi dengan warga setempat, bila tidak warga akan bertindak untuk memberhentikan proyek tersebut. (SATRIYA)
