Antusiasme Generasi Z Saat Menyaksikan Pertunjukan Tan Going Performance di Gedung Cak Durasim
SURABAYA, seputarrakyat-news.com – Hari pertama pementasan seni teater Tan Going Performance asal Hamburg, Jerman disambut dengan antusias oleh warga Surabaya. Hal itu terlihat dari banyaknya penonton yang didominasi oleh kaum muda (Generasi Z). Mereka tampak memadati depan pintu masuk Gedung Cak Durasim, Kompleks Taman Budaya Jawa Timur, pada Minggu malam, 1 November 2026.

Penonton mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WIB. Mereka memenuhi lobi gedung pertunjukan Cak Durasim hingga ke halaman luar. Tidak hanya Generasi Z saja yang ingin menyaksikan pertunjukan teater Tan Going Performance, tetapi juga kalangan seniman Surabaya. Salah satunya adalah tokoh ludruk nyentrik, Meimura (Meijono). Ia sangat kagum melihat antusiasme Generasi Z yang rela mengantre berjam-jam. Momen tersebut sempat diabadikan Meimura menggunakan kamera ponselnya.
“Bagi saya pribadi, pertunjukan seperti ini harus rutin dilakukan untuk memancing minat generasi muda kita agar ke depannya ikut berperan di dalam dunia seni. Tidak hanya teater saja, tetapi juga seni tradisional lainnya, supaya kesenian Nusantara dapat bertahan dan berkembang,” harap Meimura.
Di dalam Gedung Cak Durasim yang berkapasitas 400 hingga 407 kursi, antusiasme penonton yang melebihi kapasitas membuat sebagian dari mereka rela duduk lesehan di depan panggung. Dalam penampilannya, Tan Going Performance mengangkat tema NowHere yang bercerita tentang isu lingkungan hidup. Diiringi alunan musik gitar akustik, para pemain melakukan gerakan eksplosif dengan gestur yang halus.

Penonton yang memadati gedung pertunjukan seolah-olah dibawa masuk ke alur cerita melalui gerakan para pemain. Mereka diam dan tak beranjak dari tempat duduk hingga pertunjukan selesai.
Di akhir pertunjukan, penonton memberikan aplaus meriah berulang kali kepada para pemain. Mereka pulang dengan wajah puas. Saat keluar gedung, tim MSR sempat berbincang dengan Sri Indah Lestari (19), salah satu penonton yang datang bersama tiga temannya. Menurut Indah, pertunjukan teater ini sangat bagus, walaupun ia merasa kurang memahami maksud dari gerakan para pemain.
“Pertunjukannya tadi sangat bagus dan menurut saya para pemainnya total dalam memerankan peran masing-masing. Jujur, saya sebetulnya kurang memahami maksud dan pesan yang ingin disampaikan. Namun untungnya, saat pembukaan tadi MC menceritakan secara singkat tentang pertunjukan NowHere yang mengangkat tema lingkungan,” ujar Indah mengakhiri pembicaraan.

Perlu diingat, untuk malam nanti Teater Api Indonesia akan berkolaborasi dengan Tan Going Performance dalam tema Kopral Sudrun karya sutradara Luhur Kayungga. Bagi masyarakat atau penikmat seni yang ingin menyaksikan pertunjukan ini, tiket dapat dipesan secara daring melalui tautan bit.ly/NontonPentasTAI atau datang langsung ke lokasi (on the spot) paling lambat satu jam sebelum pintu dibuka pukul 19.00 WIB. (NESSI)
