Kebakaran Hebat di Banyu Urip Surabaya Renggut Dua Korban Meninggal Dunia
SURABAYA, seputarrakyat-news.com – Sebuah peristiwa kebakaran hebat terjadi di kawasan Banyu Urip Kidul Molin II B Nomor 50, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, pada Senin malam, (25/05/26). Peristiwa ini merenggut dua nyawa dan menyebabkan kerugian materi yang cukup besar, di mana satu unit rumah permanen dua lantai ludes terbakar habis.
Berdasarkan laporan penanganan pasca kejadian yang diterima, berita mengenai kebakaran ini masuk ke Command Center pada pukul 22.59 WIB. Tim penanggulangan bencana tiba di lokasi pada pukul 23.07 WIB dengan waktu respon yang sangat cepat, yakni hanya dalam kurun waktu 6 menit.
Menurut petugas Damkar yang menangani kejadian tersebut, mengatakan,”Objek yang terbakar berupa bangunan rumah permanen seluas 8 x 12 meter persegi, yang seluruh bagiannya ludes dilalap si jago merah, dan diduga kuat, api bermula dari hubungan arus pendek atau konsleting pada sepeda motor listrik yang ada di lokasi,”jelasnya.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.39 WIB, namun proses pembasahan dan pengecekan hingga dinyatakan aman dan kondusif baru selesai pada pukul 00.35 WIB dini hari.
Dari kejadian tersebut, dua korban meninggal, dan beberapa korban mengalami luka ataupun trauma.
Kebakaran ini berdampak langsung pada 3 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 7 jiwa. Kerugian paling berat dialami oleh keluarga Dwi Priyo Aprianto, di mana ibunda tercinta, Suamah (72 tahun), meninggal dunia di lokasi kejadian. Tragedi kian bertambah menyedihkan saat putranya, Muhammad Azzam Rizki Pratama (14 tahun), siswa kelas 1 SMP Surabaya, juga meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Dwi Priyo Aprianto (43 tahun) sendiri mengalami luka bakar di kaki kiri dan tangan kiri, sementara istrinya, Meiga Dita Fisilia (39 tahun), mengalami luka robek pada telapak tangan kanan. Keduanya diketahui dalam kondisi kaget berat pasca kejadian. Satu anak pasangan ini, Aisyah Rizki Dwitama (7 tahun), selamat karena saat kejadian sedang berada di luar kota.
Sementara itu, keluarga Erwan Setiawan Indrawan (50 tahun) yang menempati lantai dua bangunan tersebut sebagai rumah kos, juga mengalami nasib nahas. Istrinya, Tiwuk Suryati (46 tahun), mengalami dislokasi atau pergeseran tulang pada kedua kakinya setelah terpaksa melompat dari lantai dua untuk menyelamatkan diri. Ia pun membutuhkan penanganan medis lanjutan berupa operasi. Suaminya diketahui dalam kondisi sadar namun mengalami guncangan hebat.
Secara rinci, rumah yang terbakar tersebut berstatus hak milik (SHM) dan kini tidak lagi layak huni. Akses jalan menuju lokasi berukuran sekitar 5 meter dan terdapat gapura, namun tidak tersedia lahan parkir di sekitar lokasi. Saat ini, keluarga pemilik rumah sementara menumpang di rumah tetangga di nomor 59, sedangkan tempat tinggal sementara bagi keluarga korban yang menempati kos masih dalam proses pencarian mengingat kondisi istri korban yang masih membutuhkan perawatan intensif.
Saat tim pemadam kebakaran tiba di lokasi, api sudah berkobar cukup besar. Penindakan cepat dilakukan oleh DPKP Kota Surabaya yang dibantu penuh oleh BPBD Kota Surabaya untuk memadamkan api dan melakukan pembasahan guna mencegah kobaran api meluas ke bangunan sekitar.
Berbagai unsur terkait dikerahkan untuk menangani insiden ini, antara lain Posko Terpadu Dukuh Pakis dan Jemursari, PLN, PMI, TGC Dukuh Pakis, Polsek Sawahan, tim Inafis Polrestabes, Ambulance Dinas Sosial, serta Praja Kecamatan Sawahan. Mereka bertugas mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi korban, penanganan medis darurat, hingga pendataan dampak kejadian.
Berdasarkan tindak lanjut yang dilakukan, kedua jenazah korban meninggal dunia telah diidentifikasi dan dievakuasi menggunakan ambulans Dinas Sosial menuju kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo dengan didampingi keluarga. Sementara itu, korban luka berat Tiwuk Suryati dirujuk ke RSUD BDH menggunakan ambulans TGC Dukuh Pakis. Dua korban luka ringan lainnya hanya memerlukan penanganan medis dasar di lokasi kejadian.

Pemerintah Kota Surabaya melalui instansi terkait telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi seluruh korban terdampak untuk meringankan beban mereka di masa sulit ini.
Bagi keluarga Dwi Priyo Aprianto, bantuan yang disalurkan meliputi penyediaan makan 3 kali sehari selama 10 hari untuk 3 jiwa, paket makanan bergizi, perlengkapan tidur (kasur, bantal), perlengkapan sandang, perlengkapan masak, kompor, serta perlengkapan kebersihan pribadi.
Demikian pula bagi keluarga Erwan Setiawan Indrawan, bantuan serupa diberikan including kebutuhan makan, perlengkapan tidur, sandang, kompor, dan perlengkapan masak, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan lebih lanjut dan pemulihan pasca bencana masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan seluruh kebutuhan dasar korban terpenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. (N3551)
