FOTO : TAMPAK DEPAN SMPN 6 SURABAYA
SURABAYA, seputarrakyat-news.com – Terkait pemberitaan di SMPN 6 Surabaya yang diduga menjual Arsip Negara yang banyak muncul di beberapa Media Online, disini pihak Sekolah dalam hal ini Kepala SMPN 6 Surabaya, Drs.Atim Surahman, M.Pd., memberikan klarifikasi saat ditemui oleh Tim PT. Media Seputar Rakyat di Lingkungan SMPN 6, Jalan Jawa No.24, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng Surabaya, pada Senin (13/06/26), pukul 11.00 WIB.
Kepala Sekolah, Atim Surahman menyampailan bahwa hal tersebut tidak benar adanya, yang dijual adalah buku-buku siswa yang sudah lulus dan tidak terpakai, bukan Dokumen Arsip Negara.
“Yang dijual adalah barang-barangnya siswa seperti buku catatan habis pakai yang sudah tidak terpakai lagi, dan bukan milik sekolah juga bukan dokumen sekolah,” ujar Kepala Sekolah yang sudah menjabat Kepala Sekolah selama 3 Tahun.

Ditambahkan oleh Surahman bahwa, Ia tahu persis mana yang bisa dijual dan mana yang tidak boleh dijual, karena aturannya sangat jelas, terkait barang SIMBAS (Sistem Informasi Manajemen Barang Sekolah) merujuk pada barang-barang inventaris atau perlengkapan yang pencatatan, pengelolaan dan pelaporannya dilakukan melalui aplikasi SIMBAS.
“Jadi barang-barang SIMBAS (Sistem Informasi Manajemen Barang Sekolah) itu ada prosedurnya dan saya sangat hati-hati betul, dan gak mungkin saya menjual aset-aset negara dan ada peraturan cara penghapusannya,” jelasnya lagi.
Menyangkut barang-barang SIMBAS memang ada aturan yang mengikatnya seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014 mengenai pengelolaan barang Milik Negara/Daerah.
“Saya jamin barang yang kita keluarkan dan bersihkan bukan milik Negara, asli milik siswa-siswi yang sudah tidak terpakai, serta kipas yang rusak, itupun dari sumbangan orang tua siswa, maka saya berharap dari rekan rekan media harus bisa menyikapi permasalahan ini, dan harus ada hak jawab dari kami, supaya tidak ada pemberitaan yang salah,” tegas Surahman.
Diluar dari permasalahan ini, Media dari PT. Media Seputar Rakyat, menyempatkan bertanya kepada Kepala SMPN 6 Surabaya, untuk MPLS tahun 2026 ini di ikuti oleh berapa kelas, menurut Surahman jumlah saat ini ada 11 kelas, da nada 10 anak yang berkebutuhan khusus yang diterima di Sekolah SMPN 6 Surabaya ini. (N3551/RED)
